Skip to main content

Batuan beku : Ultra basa, basa, intermediet, asam



TUGAS PENGANTAR FISIKA BUMI
BATUAN BEKU





              Nama : Rizka Utami
              NIM   : F1C315015


Dosen Pembimbing:
D.M Magdalena Ritonga, S.T,.M.T



PROGRAM STUDI FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
JAMBI
2016








BATUAN BEKU
            Batuan beku berasal dari mantel bagian atas. Laju pendinginan yang dialami menentukan ukuran Kristal batuan ini. Batuan beku dalam(intrusive) yang membeku dengan lambat, memiliki Kristal-kristal berukuran besar. Sementara batuan beku luar(efusif) akibat pendinginan secara tiba-tiba yang dialaminya, memiliki ukuran Kristal yang sangat kecil.

Klasifikasi batuan beku
            Batuan beku diklasifikasikan berdasarkan tempat terbentuknya, warna, kimia, tekstur, dan mineraloginya.
A. Berdasarkan tempat terbentuknya batuan beku dibedakan atas :
1. Batuan beku Plutonik, yaitu batuan beku yang terbentuk jauh di perut bumi.
2. Batuan beku Hypabisal, yaitu batuan beku yang terbentu tidak jauh dari permukaan bumi
3. Batuan beku vulkanik, yaitu batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi

B. Berdasarkan warnanya, mineral pembentuk batuan beku ada dua yaitu
1. mineral mafic (gelap) seperti olivin, piroksen, amphibol dan biotit,
2. mineral felsic (terang) seperti Feldspar, muskovit, kuarsa dan feldspatoid.

C. Klasifikasi batuan beku berdasarkan warnanya yaitu:
1. Leucocratic rock, kandungan mineral mafic < 30%
2. Mesocratic rock, kandungan mineral mafic 30% - 60%
3. Melanocratic rock, kandungan mineral mafic 60% - 90%
4. Hypermalanic rock, kandungan mineral mafic > 90%
D. Berdasarkan bentuk batuan beku dan proses kejadiannya
1. Struktur Bantal (pillow structure)
Struktur Bantal adalah struktur yang dinyatakan pada batuan ekstrusi tertentu yang dicirikan oleh massa batuan yang berbentuk bantal, berukuran antara 30 – 60 cm dan biasanya jarak antar bantal berdekatan dan terisi oleh bahan-bahan dari sedimen klastik, terbentuk di dalam air dan umumnya terbentuk di laut dalam.
2. Struktur Vesikular
Struktur Vesikular adalah struktur pada batuan ekstrusi yang terdapat rongga-rongga yang berbentuk elip, silinder maupun tidak beraturan. Terbentuknya rongga-rongga terjadi akibat keluarnya/dilepaskannya gas-gas yang terkandung di dalam lava setelah mengalami penurunan tekanan.
3. Struktur Aliran
Struktur Aliran terjadi akibat lava yang disemburkan tidak ada yang dalam keadaan homogen, karena saat lava menuju ke permukaan selalu terjadi perubahan komposisi, kadar gas, kekantalan, dan derajat kristalisasi. Struktur aliran dicerminkan dengan adanya goresan berupa garis-garis yang sejajar, perbedaan warna dan teksturnya.
4. Struktur Kekar
Struktur Kekar adalah bidang-bidang pemisah/retakan yang terdapat dalam semua jenis batuan, biasanya disebabkan oleh proses pendinginan tetapi ada yang disebabkan oleh gerakan-gerakan di dalam bumi yang berlaku sesudah batuan mengalami pembekuan.
Retakan-retakan yang memotong sejajar dengan permukaan bumi menghasilkan struktur perlapisan, sedang yang tegak lurus dengan permukaan bumi akan menghasilkan struktur bongkah. Retakan dapat pula membentuk kolom-kolom yang dikenal dengan struktur kekar meniang (columnar jointing).

E. Berdasarkan kandungan kimianya yaitu kandungan SiO2-nya batuan beku diklasifikasikan menjadi empat yaitu:
1. Batuan beku asam (acid), kandungan SiO2 > 65%, contohnya Granit, Ryolit.
2. Batuan beku menengah (intermediat), kandungan SiO2 65% - 52%. Contohnya Diorit, Andesit
3. Batuan beku basa (basic), kandungan SiO2 52% - 45%, contohnya Gabbro, Basalt
4. Batuan beku ultra basa (ultra basic), kandungan SiO2 < 30%

Berikut Klasifikasi batuan beku berdasarkan Komposisi Kimia
a. Batuan Beku Ultra Basa
            Batuan ultrabasa adalah batuan beku yang kandungan silikanya rendah (< 45 %), kandungan MgO > 18 %, tinggi akan kandungan FeO, rendah akan kandungan kalium dan umumnya kandungan mineral mafiknya lebih dari 90 %. Batuan ultrabasa umumnya terdapat sebagai opiolit.
Komposisi Kimia:


SiO2    = 35,48 – 40,04%;  
Fe2O3 = 7,54 – 8,03%;  
MgO    = 37,90 – 40,77%;   
K2O    = 0,20%;              
MnO    = 0,08 – 0,11%;      
SO3     = 0,00 – 0,05%;      
HD      = 12,21 – 15,35%;
Al2O3             = 0,55 – 1,21%;
CaO     = 0,00 – 0,16%;
Na2O  = 0,00 – 0,13%;
TiO2    = 0,03%;
P2O5   = 0,01 – 0,03%;
H2O = 0,72 – 0,077%;



Kelompok Batuan Beku Ultra Basa:
1. Peridotit
            Peridotit adalah kelompok betuan ultra basa. Pada umumnya berwarna gelap, berat jenisnya 3 – 3,3. Komposisi dan persentase secara umum dari mineral pembentuk batuannya adalah : mineral mafis (olivin, piroksen, hornblenda) 85-95 %, mineral bijih (magnetit, ilmenit,kromit dll) 10-3 %, plagioklas kalsium 5 %.
Warna              : Gelap kehijauan (Ultramafic)
Struktur           : Massif
Tekstur            : Derajat Kristalisasi (Holokristalin), Ukuran Kristal (Fanerik sedang 1-5 mm), Bentuk Butir (Subhedral), Hubungan antar butir (Hipidiomorphic Granular)
Komposisi       : Olivin (60%), Plagioklas (15%), Piroksen (25%),

2. Dunite
  
          Dunit adalah batuan, batuan beku plutonik, komposisi ultramafik, dengan tekstur kasar atau phaneritic. Pengelompokan mineral olivin lebih besar dari 90%, dengan sejumlah kecil mineral lain seperti piroksen, kromit dan pyrope.
Warna                          : Hijau Kehitaman
Genesa batuan             :Intrusif
Komposisi batuan       : Olivin Dan Amhibole
Ukuran butir                : Fanerik
3. Harzburgit
 Karakteristik :
Warna                          : Kuning Kehitaman
Genesa batuan             : Intrusif
Komposisi batuan       : Olivin Dan Amhibole
Ukuran butir                : Afanitik
4. Lherzolite
 Karakteristik :
Warna                          : Coklat kehijauan
Genesa batuan             : Intrusif
Komposisi batuan       : Olivin,piroksin dan amhibole
Ukuran butir                : Afanitik
5. Picrite basalt
            Picrite basal adalah berbagai tinggi magnesium basal olivin yang sangat kaya akan olivin mineral. Hal ini gelap dengan kuning-hijau fenokris olivin (20 sampai 50%) dan hitam untuk piroksen coklat tua, sebagian besar augit.
Karakteristik :
Warna                          : Abu Abu kehitaman
Genesa batuan             : Intrusif
Komposisi batuan       : Amhibole Dan Feldspar
Ukuran butir                : Fanerik
b. Batuan Beku Basa
            Batuan beku basa adalah batuan beku yang secara kimia mengandung 45%-52% SiO2 dalam komposisinya. Kandungan mineral penyusunnya di dominasi oleh mineral-mineral gelap (mafic). Batuan beku basa dapat terbentuk secara plutonik maupun vulkanik. Yang terbentuk secara plutonik umumnya adalah batuan dari kerak samudra yang terbentuk dari jalur tektonik divergen, sedangkan yang terbentuk secara vulkanik adalah dari gunung api atau intrusian yang ketebalan kerak buminya tidak terlalu tebal. Kehadiran mineral-mineralnya seperti Olivin, Piroksin, Hornblende, Biotit, Plagiolas dan sedikit Kuarsa. Warna pada batuan beku basa ini umumnya gelap karena kandungan mineralnya yang dominan gelap.
Kelompok Batuan beku Basa
1. Gabro
            merupakan batuan beku yang terbentuk dengan sangat lambat sehingga menghasilkan warna gelap.
Warna                          : hitam
Kristalinitas                 : hipokristalin
Granularitas                 : afanitik
Relasi                          : inequigranular
Struktur                       : masive
Fabric                          :subhedral
komposisi mineral       : biotit,piroksin,kuarsa,olivin,glass
kegunaan                     : bahan dasar bangunan beton, perbaikan jalan.
2. Basalt
Karakteristik :
Batuan Beku vulkanik
Ukuran Kristal                        : halus
Indeks warna              : 40-70
Mineral Mafik utama  : augit, hipersten, olivine
Mineral utama felsik   : Ca plagioklas
c. Batuan beku Intermediet
            Batuan beku Intermediet adalh batuan beku yang mengandung SiO2 52-65%. Terbentuk dari pembekuan magma dimana pembekuan berada di daerah pipa gunung api.
Ciri-ciri Umum :Berbutir kasar, Warna agak gelap, Indeks warna <40%, Komposisi Mineral: Plagioklas, piroxen, meineral mafis, biotite

Contoh Batuan Beku Intermediet
1. Nepheline syenite
   
         merupakan batuan beku yang membeku lebih lambat dan mengakibatkan memiliki warna campuran antara hitam dan putih.
Warna                            : abu-abu
Kristalinitas                   : hipokristalin
Granularitas                    : fanerik
Relasi                          : Inequigranular
Fabrik                          : subhedral
Tekstur                        : masiv
Komposisi mineral      : Adularia,mikroklin,plagioklas,piroksin,glass.
Kegunaan                    : sebagai bahan dalam pembuatan keramik.

2. Monzonite
            merupakan batuan beku yang membeku lebih lambat dan mengakibatkan memiliki warna campuran antara hitam dan putih.
Warna                          : abu-abu
Kristalinitas                 : hipokristalin
Granularitas                 : fanerik
Relasi                          : Inequigranular
Fabrik                          : subhedral
Tekstur                        : masiv
Komposisi mineral      : Piroksin,plagioklas,mikroklin,glass
3. Trachyte porphyry
Warna                          : abu-abu
Kristalinitas                 : hipokristalin
Granularitas                 : fanerik
Relasi                          : Inequigranular
Fabrik                          : subhedral
Tekstur                        : masiv
Komposisi mineral      : biotit,plagioklas,orthoklas,olivine,glass
4. Al kali synite
            merupakan batuan beku yang membeku lebih lambat dan mengakibatkan memiliki warna campuran antara hitam dan putih dan memiliki mineral alkali yang cukup tinggi

Warna                          : abu-abu
Kristalinitas                 : hipokristalin
Granularitas                 : fanerik
Relasi                          : Inequigranular
Fabrik                          : subhedral
Tekstur                        : masiv
Komposisi mineral      : mikroklin,hornblend,plagioklas,glass.
5. Hornblende synite
            merupakan batuan beku yang membeku lebih lambat dan mengakibatkan memiliki warna campuran antara hitam dan putih dan memiliki mineral hornblende yang cukup tinggi
Warna                          : hitam
Kristalinitas                 : holohyalin
Granularitas                 : fanerik
Relasi                          : Inequigranular
Fabrik                          : subhedral
Tekstur                        : masiv
Komposisi mineral      : biotit,hornblende,plagioklas,adularia,glass.
d. Batuan beku Asam
            Batuan beku Asam adalah batuan beku yang bersifat asam, memiliki kandungan SiO2 > 60%, memiliki indeks warna < 20%. Terbentuk langsung dari pembekuan magma yang merupakan proses perubahan fase dari cair menjadi padat di daerah vulkanik dengan temperature tinggi. Pada umumnya batuan beku asam memiliki warna terang, karena terletak pada golongan felsik. Berasal dari magma asam kaya kuarsa, sedangkan kandungan oksida magnesiumnya rendah.
Komposisi Mineral
Utama             : Hornblende, Muskovite, K- feldspar, kuarsa
Tambahan        : Apatite, Rulite, Zircon, Bijih, Sphare
Beberpa Contoh Batuan Beku Asam
1. Rhyolite

           batuan ini terbentuk karena proses pembekuan magma yang bersifat cepat
Warna                          : cokelat
Kristalinitas                 : hipokristalin
Granularitas                 : afanitik
Relasi                          : equigranular
Struktur                       : massive
Komposisi mineral      : plagioklas,mikroklin,biotit,orthoklas,glass
Kegunaan                    : untuk bahan campuran semen
2. Granite
            batuan ini terbentuk karena proses pembekuan magma yang bersifat cepat
Warna                          : cokelat
Kristalinitas                 : hipokristalin
Granularitas                 : Fanerik
Relasi                          : Inequigranular
Struktur                        : masiv
Komposisi mineral       : plagioklas, hornblend, anorthoklas, orthoklas,glass.
Kegunaan                     : sebagai keramik
3. Aplite
            batuan ini terbentuk karena proses pembekuan magma  yang bersifat cepat
Warna                          : cokelat
Kristalinitas                 : hipokristalin
Granularitas                 : Fanerik
Relasi                          : Inequigranular
Struktur                       : masiv
Komposisi mineral      : Hornblend, plagioklas, orthoklas, biotit,adularia,gelas.
4. Dacite
            batuan ini terbentuk karena proses pembekuan magma yang bersifat cepat
Warna                          : abu-abu
Kristalinitas                 : hipokristalin
Granularitas                 : afanitik
Relasi                          : Inequigranular
Struktur                       : masiv
Komposisi mineral      : Biotit,plagioklas,anorthoklas,adularia,mikroklin,gelas
5. Diorite
            batuan ini terbentuk karena proses pembekuan magma yang bersifat cepat
Warna                          : abu-abu
Kristalinitas                 :Hipokristalin
Granularitas                 : Fanerik
Relasi                          : Inequigranular
Struktur                       : masiv
Komposisi minera       : plagioklas,biotit,sanidine,gelas.
Kegunaan                     : Sebagai batu ornamen dinding maupun lantai bangunan gedung atau untuk batu belah untuk pondasi bangunan / jalan raya



Daftar Pustaka
Fredette, Nathalie, dkk.2006.Visual ilmu dan Pengetahuan Populer untuk Pelajar dan Umum.Jakarta.:PT Bhuana Ilmu Populer
Noor Djauhari. 2014.Pengantar geologi Ed.1,Cet.1.Yogyakarta:Deepublish.
https://ikhsangnr.wordpress.com/2010/09/02/petrologi/ Diakses pada tanggal 8 September 2016
http://webmineral.com Diakses pada tanggal 7 September 2016


Comments