Skip to main content

review sampah, kesadaran membuang sampah

SAMPAH

Hasil gambar untuk sampah 

Hai hai…

Hari ini aku mau cerita nih sedikit tentang sampah. Semacam curhat gitu

Kita semua tau ya bahwa sampah itu banyak efek negatifnya mulai dari bau yang tidak sedap, pandangan yang tidak enak dilihat, sampai dengan efek penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan kuman-kuman yang ada di sampah

            Ada sedikit cerita nihh

          Waktu itu sedang ada pawai(parade) di sebuah kota X, yang diikuti oleh siswa siswi sekolah dasar(SD), sekolah menengah pertama(SMP), dan sekolah menengah atas(SMA). Mereka berkeliling kota dengan berjalan kaki. Oke dingkat cerita ya gaes. Ada seorang anak SD(kira kira kelas 2). Anak itu aku kasih 3 permen, dan permen itu pun dimakan. Ketika sudah setengah perjalanan aku perhatikan anak itu menggenggam sesuatu di tanagannya, aku samperin dan yang digenggamnya adalah bungkus permen yang aku beri tadi. Aku bertanya ke anak itu “kenapa bungkus permennya tidak dibuang?”, anak itu menjawab “tidak ada tong sampah kak”, aku mengatakan lagi “tapikan capek, bungkusnya di pegangin mulu”, anak itu menjawab “sudah kak” sambil memasukkan bungkus permen ke kantong. Aku hanya terseyum kepadanya.

            Beda lagi dengan cerita yang ini
            Waktu itu aku dan temanku(sebut saja A) membeli bakso tusuk, dan kami makan di depan fakultas. Punyaku sudah habis terlebih dahulu dari si A(laper kali yak wkk) terus aku masukin ke kantong asoy can aku cangking dengan niat kalo masuk fakultas mau di buang ke tong sampah. Ketika punya si A sudah habis, ett dah langsung di buang aja ke jalan, aku langsung bilang gini nih “eh, masukin ke kantong asoy ini coba” dia jawab “sudahlah, sudah terlanjur, sedikit juga”, dan kami pun langsung masuk ke fakultas menepati niat membuang sampah yang sedari tadi kupegang.

            Sumpah gaess salut banget dah liat anak di cerita pertama, bungkus permen yang kecil aja tidak mau di buang sembarangan, apa lagi sampah yang besar. 4 jempol deh buat si anak.
            Untuk cerita kedua gimana gaes, berbeda banget kan dengan anak kecil tadi, ternyata umur tidak mempengaruhi akal ya, anak kecil kelihatan lebih dewasa dari pada di A.
            Ketika banyak di tegur tentang membuang sampah sembarangan banyak yang jawab sampahnya kecil juga, lagian kan sedikit, eh udah terlanjur. Banyak banget yang bilang gitu. Kalo dipikir-pikir ya benar sampahnya kecil, tapi coba deh bayangkan kalau yang buang sampah itu banyak, ribuan penduduk Indonesia misalnya punya pendapat yang sama bahwa sampah itu kecil, kan jadinya juga banyak.
            Untuk cerita yang kedua nih, aku disana merasa bersalah juga sih, kenapa sampah itu tdak aku ambil. Kenapa ada rasa gengsi dalam diri ini, rasa tidak enak mau ambil sampah yang bukan sampah kita yang dibuang oleh orang lain. Mungkin begitulah yang dirasakan bude kebersihan fakultas, ibu dan bapak dinas PPKTB yang setiap harinya harus membersihkan smpah orang lain.
            Satu lagi yang mengganjal hati.
            Pernah gak sih melihat ada penampungan sampah tetapi di sebelahnya banyak sampah padahal tempat penampungan sampah itu belum penuh. Enah gak lihat karena baknya ketinggian atau enah kenapa… , apa salahnya tu sampah dimasukkan ketempatnya supaya terlihat rapid an baunya tidak menyebar.
            Ada juga yang membuang sampah di pinggir jalan tidak pada tempatnya, membuang sampah di persimpangan jalan, membuang sampah tidak pada lahannya, sehingga membuat tidak nyaman pengguna jalan.
            Untuk menumbuhkan kesadaran membuang sampah harus dilakukan sejak dini dan dilakukan secara merata. Agar tidak ada kegiatan contoh mencontoh untuk sembarang membuang sampah. Supaya semuanya melakukan, semuanya melihat, dan semuanya mencontoh membuang sampah pada tempatnya.

 

Comments