Skip to main content

Permainan Tradisional

Saat ini permainan tradisional sudah mulai memudar
Apakah kalian telah merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasakan?

       Kita semua tahu bahwa bemain merupakan hal yang sangat menyenangkan.
Permaianan tradisional merupakan suatu kegiatan yang sangat menyenangkan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang nyata dan mudah di dapatkan yang membuat anak-anak menjadi terhibur dan memiliki rasa sosialisasi yang tinggi terhadap lingkungannya.
      [ Flashback] Di derah ku, tepatnya di Kuala Tungkal, kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, prmainan yang biasa kami mainkan sewaktu masih kecil diantaranya:
  • bola kasti
  • Layangan
  • Benteng takesi
  • bola cap
  • sabung ikan
  • gasing
  • kacal asin
  • kacal kupu-kupu
  • kacal mancit (petak umpet)
  • gambaran
  • karet
  • engkak
  • tuan putri tuan raja
  • masak masakan 
  • goli/kelerang
       Dulu permainan-permaianan diatas selalu dimaiankan setiap hari oleh anak-anak seusia SD sampai SMP. Permainan dimainkan sesuai dengan musimnya, misalnya 2 minggu kedepan adalah musim layangan, maka anak anak secara serentak memainkan layangan dalam minggu itu. Siapa yang mengatur musim permainan? Entahalah sampai sekarang aku juga masih memikirkan siapa yang mengatur musim dan seberapa lama musim itu berlangsung. Ada kemungkinan itu berdasarkan kekompakan yang tidak pernah dimusyawarahkan dan seberapa lamanya berlangsung kemungkinan sampai marasa bosan dengan permainan tersebut.
     Sekarang kenyataannya tidaklah seperti dulu yang jika membuka pintu langsung melihat anak-anak kecil dengan riangnya bermaian di depan rumah sepanjang jalan, tertawa, bercanda, berlari, menangis, riuhnya sudah menjadi pemandangan yang biasa. Tetapi sekarang pemandangan seperti itu sudah hilang, lenyap dimakan oleh zaman. Seperti tidak dikenali lagi.
       Saat ini anak-anak seusia SD-SMP lebih senang bermaian dengan smartphone, komputer, laptop, dll. Mereka sibuk sendiri dengan dunia virtual, bahkan anak usia PAUD sudah banyak yang di berikan gedget oleh orang tua mereka. Jika di daerah saja sudah seperti itu, lebih lagi di kota-kota besar. Tentu saja ini sangat mengkhawatirkan, menyangkut berkurangnya rasa sosial pada anak-anak, anak-anak menjadi tidak dapat mengenali berbagai prilaku temannya di lingkungan, ini membuat mereka malas untuk keluar rumah dan merasa canggung.

Comments